Azisa Noor

Azisa Noor

Oleh -
0 151
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

“Cerita orisinal ditambah konten yang mengapresiasi kelokalan negeri ini tentu akan lebih memikat para pembaca komik yang mayoritasnya adalah remaja,” kata Azisa Noor seperti dikutip laman Sastra-Indonesia.com. Kata Zisa (panggilan akrab untuk Azisa Noor, tidak masalah apabila komikus terpengaruh gaya gambar komik Jepang.

Namun yang paling penting baginya adalah isi cerita yang disampaikan lewat komik. Situs Sastra-Indonesia mengisyaratkan kepada pembacanya, bahwa Zisa adalah komikus yang peduli pada penyampaian nilai-nilai sejarah, sosial budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan. Untuk menyampaikannya, riset dibutuhkan terlebih dulu supaya data bisa dipakai dan diungkapkan dengan benar. Azisa Noor konon sudah mulai ngomik sejak duduk di bangku SD. Dia yang menurut kabar telah menciptakan 15 judul komik menampik anggapan umum yang mengatakan bahwa komik semata adalah medium untuk menghibur.

Di masa lalu dia telah memenangkan banyak kompetisi komik, termasuk pada lomba pekan komik merdeka di kampus Institut Teknologi Bandung (1999) untuk karyanya yang berjudul Dunia Tanpa, juara kedua lomba komik fiksi ilmiah yang diselenggarakan Depdikbud Indonesia, Jakarta (2003) untuk komiknya yang berjudul Hutan Juara, serta juara ketiga kompetisi Pekan Komik Nasional di Universitas Petra, Surabaya (2006) untuk komiknya yang berjudul Afterdark.  Pendek kata, ada banyak penghargaan yang telah diterimanya sebagai seorang komikus. Akan tetapi dari sekian banyak kompetisi komik yang dia ikuti, Zisa tampaknya sangat terkesan dengan kegiatan Lingua Comica yang diselenggarakan ASEAN European Foundation. Ceritanya ketika itu (2007), dia bekerjasama dengan Gabor Kissgz membuat komik dengan cerita hantu kontemporer yang yang diadaptasi dari novel Hendry James, Turn of His Grow. Waktu itu dia sama sekali tidak pernah bertatap muka dengan Kissgz. Semua pekerjaan mencipta antar keduanya dilakukan dengan cara ngobrol melalui fasilitas chat online. Dia bari bertemu dengan Kissgz di London.

Selain ngomik dan mengikuti kompetisi, Azisa Noor juga adalah pendiri rumah komik bernama KOMIKARA yang berpusat di Bandung. Imansyah Lubis lewat ComiConnexions menyebut Zisa sebagai komikus yang tekniknya agak jarang ditemukan, sebab sang komikus menciptakan komik dengan cara manual serta memakai medium cat air untuk membentuk objek komikal. Zisa sendiri menyebut dirinya sebagai perupa dalam industri komik (kami juga penasaran kenapa dia menyebut dirinya dengan cara seperti itu), di mana pendekatan manual digunakan ketika berkarya. Karya-karya Zisa yang pernah diterbitkan meliputi Kaki Lima (2011), Mantra (2011), Satu Atap 2 (2010), Perempuan di Atas Pohon (2010), Ramadhan 200 H (2009), Satu Atap (2009), Crossroads (2009), Bandung Faerie Project (2008), Asa (2007), serta Legenda (2006). Dia bisa ditemukan di Azisanoor.com.

*Ditulis dengan bahan dari berbagai sumber*

a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

astrajingga-saardisoma

0 260
Kho-Wan-Gie

0 117
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287