Benny Rachmadi

Benny Rachmadi

Oleh -
0 140
Tiga Manula ke Singapura

Situs Ensiklopedi tokoh Indonesia menyebut Benny Rachmadi sebagai kartunis yang senang mengamati segala hal sekaligus menuangkan hasil amatannya itu ke sebuah gambar. Meski disebut sebagai kartunis, kami lebih senang melengkapinya dengan sebutan komikus. Mungkin anda lebih mengenal Benny sebagai teman duet Muhammad ‘Mice’ Misrad. Tapi itu dulu. Sekarang keduanya telah berpisah. Berjalan sendiri-sendiri, mungkin juga dengan idealismenya masing-masing.

Benny lahir di Samarinda 23 Agustus 1969. Selepas SMA Benny memutuskan untuk masuk Institut Kesenian Jakarta jurusan Desain Grafis. Di kampus itulah ia bertemu Mice yang kelak akan menjadi teman duetnya. Konon menurut cerita awal duet Benny dan Mice dimulai dari koran dinding IKJ. Ini terjadi pada tahun 1989-1990 ketika mereka diserahi menggarap koran dinding. Majalah Rolling Stone Indonesia edisi Mei 2008 merilis sebuah artikel wawancara dengan Benny dan Mice dan sempat mengungkap sedikit cerita tentang koran dinding itu. Sebelum mereka berdua ‘merombak’ koran dinding IKJ, medium itu lebih banyak berisi tulisan ilmiah seputar dunia seni. Singkat cerita, mereka berdua merubah konten, dari yang tadinya berisi banyak tulisan menjadi berisi lebih banyak gambar. “Kami bikin deh, gambar ngaco, tulisan juga ngaco”, demikian kata Benny. Akan tetapi dari koran dinding merekalah dimulai jenis gambar yang merepresentasikan tingkah polah orang lain. Kemudian sebagaimana kita tahu, jadilah cara ini sebuah ciri khas mereka berdua yang bisa dinikmati lewat seri Lagak Jakarta. 

Benny dan Mice sempat lama berduet. Pertama-tama untuk koran dinding kampus, dan kemudian berlanjut di seri Lagak Jakarta (1997-2007) serta komik strip Benny dan Mice di harian Kompas Minggu (sejak tahun 2003 sampai 2010). Editor kami memiliki kesan tersendiri terhadap Benny. Mungkin bila dibandingkan dengan Mice, Benny cenderung lebih pasif dan kalem. Irit bicara. Tentang kesan ini ada cerita di tahun 2009 ketika Benny dan Mice menghadiri acara peluncuran buku Lost in Bali di Gramedia Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Ketika itu editor kami mengingat suasana diskusi di mana yang aktif berbicara di depan adalah Mice, sementara Benny lebih banyak diam. Di lain waktu, ada teman kami pernah bercerita di sebuah acara di mana Benny dan Mice hadir sebagai pemateri lokakarya. Kata teman kami itu, ketika Mice asyik memberi materi, Benny malah nongkrong di luar ruangan, merokok, dan mengambil beberapa foto dari kameranya. Mungkin Benny adalah tipikal komikus yang tidak senang ingar-bingar keramaian. Namun kami tidak tahu bagaimana pastinya kepribadian Benny. Apa yang kami lihat dan kami dengar dari orang lain hanyalah petilan pemanis cerita.     

Benny sempat berkarir di harian Kompas dan tabloid serta harian Kontan. Ia juga sempat mengajar di IKJ dari tahun 1993-2002. Selain hidup sebagai kartunis dan komikus, Benny juga pernah meraih sejumlah penghargaan, misalnya Penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk kategori ilustrator buku anak-anak terbaik. Ini diperolehnya pada tahun 1995. Selain penghargaan dari IKAPI, Benny Rachmadi juga pernah memenangi penghargaan Sequential Art pada International Competition Student Artist tahun 1996.  Ia disebut-sebut sebagai komikus yang mengidolai Dwi Koendoro dan kartunis Tempo Priyanto.

Dalam karirnya sebagai kartunis, Benny pernah mengikuti beberapa pameran kartun, misalnya pameran kartun untuk Demokrasi pada tahun 2000 serta pameran kartun internastional yang diinisiasi oleh Pusat Kebudayaan Jepang pada tahun 2007.  Berikut daftar komikografi, atau karya-karya Benny yang pernah dibukukan:

 

Bersama Muhammad Misrad

  • Lagak Jakarta: Trend dan Perilaku (Penerbit KPG, 1997)
  • Lagak Jakarta: Transportasi (Penerbit KPG,  1997)
  • Lagak Jakarta: Profesi (Penerbit KPG, 1997)
  • Lagak Jakarta: Krisis…Oh…Krisis (Penerbit KPG, 1998)
  • Lagak Jakarta: Reformasi (Penerbit KPG, 1998)
  • Lagak Jakarta: (Huru-Hara)Hura-Hura Pemilu ’99 (Penerbit KPG, 1999)
  • Lagak Jakarta: 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (Penerbit KPG, 2007)
  • Jakarta Luar Dalam (Penerbit Nalar, 2007)
  • Jakarta Atas Bawah (Penerbit Nalar, 2008)
  • Talk About Hape (Penerbit Nalar, 2008)
  • Hidup Hirau Hijau (Penerbit KPG, 2009)
  • Lost In Bali 1 (Penerbit KPG, 2009)
  • Lost in Bali 2 (Penerbit KPG, 2009)

 

Karya tunggal

  •  Dari Presiden ke Presiden 1 (Tingkah Polah Elite Politik) (Penerbit KPG, 2009)
  • Dari Presiden ke Presiden 2 (Karut marut Ekonomi) (Penerbit KPG, 2009)
  • 100 Peristiwa Yang Sering Menimpa Anda (Penerbit KPG, 2011)
  • Tiga Manula Jalan-jalan ke Singapura (Penerbit KPG, 2011 dan 2013 [extended version])
  • Tiga Manula Jalan-jalan ke Pantura (Penerbit KPG, 2012)
  • Tiga Manula Jalan-jalan ke Selatan Jawa (Penerbit KPG, 2013)

Sumber utama | sumber sekunder

Hak cipta karya: Benny Rachmadi

a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164

0 287
Midnight Bunny's Rie

0 89