The Dreamcatchers Review

The Dreamcatchers Review

Oleh -
0 238
The Dreamcatchers

Oleh: Septian Mintaraga

The Dreamcatchers adalah sebuah komik karya Sweta Kartika. Diterbitkan oleh penerbit koloni (kompilasi Koloni Jagoan, 2011 -red). Sebuah komik aksi dengan 4 karakter utama, yang mengajak kita untuk bertualang di dalam mimpi seseorang.

Prof. Ste, Rangga, Ay dan Mr. Kong, empat orang inilah yang akan membawa kita berpetualang dalam mimpi seseorang, mengejar, menangkap dan menghabisi “nightmare”. Cerita yang disuguhkan oleh komik ini mengingatkan saya dengan film Inception, namun setelah saya membaca hingga akhir halaman ternyata berbeda, walaupun memang terasa mirip. Selain itu sebelum saya menyelesaikan komik ini ke halaman terakhir, tema dari komik ini membuat imajinasi saya terbawa ke sebuah video-game DMC (Devil May Cry), mungkin yang membuat saya beranggapan bahwa tema ini mirip adalah dimana karakter utamanya bertualang di dunia yang tidak nyata. Bisa di bilang sama namun tetap beda dimana komik ini bercerita di dalam mimpi, sementara DMC di dunia Limbo (dunia diantara dunia Iblis dan Manusia). Cerita yang penuh aksi ini memang asik untuk dibaca bagi mereka yang menyukai komik yang penuh adegan aksi.

Keunggulan dari komik The Dreamcatchers karya Sweta Kartika ini, dari segi cerita, komik ini asik untuk di baca hingga akhir halaman, cerita yang bisa dibilang “mengejutkan” dibeberapa bagian, menambah atmosphere pembaca komik hingga membuat kita terbawa dalam ceritanya. Dengan alur yang unik membuat saya terhipnotis untuk terus membaca.  Dialog yang sedikit, jadi tidak terlalu banyak memakan waktu untuk menyelesaikan cerita dari komik ini.  Pose dan ekspresi karakter yang digambarkan membuat komik jadi lebih menarik. Selain itu gambar – gambar yang dramatis juga menambah esensi cerita komik ini.  Penggunaan ambigram menambah kualitas artistik komik ini.

Dimana ada keunggulan pastilah ada kekurangan, kekurangan–kekurangan itu yakni. Bagi beberapa pembaca mungkin bisa menganggap cerita yang kompleks dari komik ini merupakan keunggulan, namun jika komik ini ditargetkan oleh pembaca dibawah umur 18 tahun, akan mengalami kesulitan dalam memahami cerita. Selain itu di beberapa dialog menggunakan istilah–istilah yang akan sulit dimengerti oleh orang awam ataupun pembaca dibawah umur 18 tahun. Dalam beberapa panel terdapat pergerakan antar panel yang tiba – tiba, dimana dua panel pertama terdapat karakter A, kemudian tiba – tiba karakter B.  Beberapa gambar karakter terlihat kurang proporsional. Dan penggunaan Ambigram (semacam seni membuat tulisan agar bisa dibaca secara upside-down atau bisa dibaca walaupun kita membalik buku) juga bisa membuat sisi kekurangan komik ini, karena bisa membingungkan mereka yang kurang paham dengan seni. Dan beberapa kata menggunakan bahasa inggris walaupun sedikit tapi membuat saya kurang nyaman.

Kesimpulan dari komik The Dreamcatchers, dilihat dari cerita yang kompleks komik ini kurang pantas jika yang di targetkan adalah pembaca usia 18 tahun kebawah, yang akan terjadi adalah sulitnya memahami alur cerita. Namun jika targetnya pembaca usia 20 tahun keatas, sangat cocok dengan cerita yang unik dan kompleks. Keseluruhan dari komik The Dreamcathers menyuguhan gambar serta cerita yang tidak biasa, maksudnya ceritanya tidak garing. Karena terdapat cerita yang bisa mengejutkan pembaca. Setelah membaca komik The Dreamcatcers, membuat saya ketagihan untuk menyimak komik – komik sweta kartika yang lain