Kenang-kenangan Dua Figur di Dalam Industri Komik Amerika (bagian 1)

Kenang-kenangan Dua Figur di Dalam Industri Komik Amerika (bagian 1)

Oleh -
0 49
Dua-figur-komik-amerika

Dua orang penting di industri komik Amerika telah meninggal dunia. Beberapa dari anda mungkin tidak mengenalnya, sementara beberapa yang lain mungkin pernah menikmati apa yang mereka hasilkan di dalam industri tersebut. 

Nama yang pertama adalah Al Feldstein, yang meninggal pada 29 April di usia 88 tahun. Namanya mungkin tidak terlalu dikenal sebagian besar khalayak komik di Indonesia – sekali lagi, mungkin. Namun beberapa orang menganggapnya sebagai figur sentral – walau dia mungkin melakukannya secara diam-diam – yang mempengaruhi budaya pop Amerika. Editorial The Boston Globe menyebut bahwa Feldstein-lah yang menjadi pionir gaya humor gila-gilaan (“kurang sopan”, sebagaimana banyak orang menyebutnya) dan kemudian menyuntikannya ke dalam kehidupan khalayak di Amerika sana.

Feldstein sebelumnya adalah editor majalah “MAD” selama 28 tahun, sejak 1956 sampai 1984. Konon sirkulasi dan oplah majalah tersebut mencapai titik tertinggi ketika ditangani oleh Feldstein. Lebih dari dua juta eksemplar majalah bulanan terjual di awal 1970-an. Feldstein jugalah yang berinisiatif meluncurkan “Usual Gang of Iditos” di majalah tersebut, yang menampilkan banyak talenta di bidang komik.

Meski demikian, Feldstein bukanlah editor pertama untuk “MAD”. Bagian editorial majalah tersebut sebelumnya ditangani oleh Harvey Kurtzman. Sebagai catatan, “MAD” sebelumnya bukanlah sebuah majalah, namun judul untuk buku komik. Walau Kurtzman dikenal sebagai penyindir handal, namun di juga adalah pebisnis yang buruk. Kurtzman juga disebut-sebut sebagai seniman yang terobsesi pada detail; ini adalah sebab yang menjelaskan kenapa banyak seniman yang direkrut untuk “MAD” tidak bisa mengikuti irama Kurtzman. Hasilnya mengerikan bagi sebuah buku komik. Kurtzman adalah orang yang menyebabkan “MAD” tidak bisa menghasilkan banyak uang. Dia butuh waktu lama untuk mengerjakan sebuah nomor, dan kerap kali tidak bisa memenuhi tenggat waktu yang diwajibkan. Guna menenangkan Kurtzman yang ketika itu meminta lebih banyak uang, William Gaines (orang di balik penerbitan EC Comics dan MAD) merilis sebuah majalah edisi nomor 24 tahun 1955. Di sinilah era di mana “MAD” mulai hadir dalam bentuk majalah, walau Kurtzman hanya terlibat dalam tiga isu untuk kemudian meninggalkannya.

Kecewa dengan hengkangnya Kurtzman, Gaines kemudian merekrut Feldstein. Sebagai editor, dia menggunakan materi yang ditinggalkan Kurtzman untuk mengisi keseluruhan isu pada nomor 28, dan kemudian sebagian isu pada nomor 29 dan 30. Setelahnya Feldstein mengerjakan semua materi untuk nomor 31 yang terbit pada Januari-Februari 1957. Banyak kartunis dan penulis baru yang muncul di tahun-tahun pertama setelah Feldstein menagani editorial MAD. Mereka inilah yang kemudian menjadi grup kontributor utama andalan “MAD”.

Nomor pertama “MAD” yang ditangani oleh Feldstein (#29) adalah nomor yang menyajikan karya kartunis bernama Don Martin. Beberapa bulan setelah nomor 29 terbit, Feldstein merekrut Mort Drucker yang kemudian menjadi salah satu kartunis pentolan “MAD”. Drucker, bersama Angelo Torres, adalah kartunis yang kerap menyajikan satir acara televisi kontemporer di Amerika ketika itu. Pada 1961 Feldstein merekrut Dave Berg dan Antonio Prohías, dan mulai mengembangkan format majalah untuk “MAD”. “MAD” yang terpuruk di bawah Kurtzman perlahan-lahan mulai menapaki kejayaan dan kesuksesan komersil.

Rekrutan Feldstein kemudian menjadi fenomena. Drucker bertransformasi menjadi seorang karikaturis yang dikenang karena parodi yang dilakukannya atas sejumlah film. Feldstein jugalah yang merekrut Sergio Aragones, yang waktu itu dimintanya untuk menggarap “marginalia” – sebuah kartun cantik yang mengisi marjin halaman di dalam “MAD”. Feldstein juga merekrut Antonio Prohias (seorang pelarian politik dari Kuba) yang kemudian melahirkan “Spy vs. Spy”.

Tentu saja Feldstein bukanlah orang yang melahirkan Alfred E. Neuman – sebuah figur remaja dengan gigi depan yang tidak lengkap dan tersenyum bodoh – namun dialah yang kemudian menggunakannya di majalah “MAD”. Alfred E. Neuman pertama kali muncul di nomor 30. Dia hadir dengan slogan “what, me worry?”. Feldstein menggunakannya untuk memberi karakteristik khas pada “MAD”.

Mad-#30Credit: Doug Gilfrod's Madcoversite

Feldstein dikenal sebagai orang yang mengerjakan tugasnya dengan sangat serius. Dia juga kerap menulis guna mempertanyakan nilai-nilai keameriakaan dan kemudian menantang kepuasan dirinya sendiri. Posisinya di MAD – dengan Gaines sebagai bosnya – sebetulnya bukan pertama kalinya mereka bekerja bersama-sama. Mereka berdua telah berkolaborasi di E.C. Comics sebelumnya. Ketika masih bekerja di E.C. Comics, Feldstein adalah editor, penulis, dan seniman dari banyak cerita yang mengisi halaman demi halaman judul komik seperti Weird Science, Weird Fantasy, Vault of Horror, Tales from the Crypt, Shock SuspenStories, Panic, Haunt of Fear, dan Crime SuspenStories. Semua judul tersebut dipublikasikan oleh E.C. Comics sepanjang tahun 1950-1955.

Bagi para penikmat komik Amerika, semua judul yang disebut di atas dianggap sebagai produk terbaik di masanya. Meski demikian, ketika itu para pemimpin agama, politikus, dan orang tua melihat semua judul tersebut sebagai produk-produk yang memberi pengaruh buruk. Hasilnya, muncul Comics Code Authority yang memaksa Gaines untuk menghentikan serial yang diterbitkan E.C. Comics. Untungnya “MAD” kemudian bertahan lama – sebab ia adalah majalah, dan bukan buku komik.

Situs Gosanangelo.com menyebut “MAD” sebagai majalah yang menginspirasi banyak komedian dan para penyindir. Kalau anda hidup di Amerika, dan tertawa ketika menonton sejumlah acara seperti “Saturday Night Live” atau “National Lampoon”, maka anda harus berterima kasih kepada Feldstein, sebab keduanya merupakan buah di mana inspirasinya berasal dari Feldstein.

Seteleh pensiun dari “MAD”, Feldstein pindah ke belahan Amerika bagian Barat dan kembali ke seni. Dia kemudian menjadi seorang pelukis yang berfokus pada adegan di luar ruangan. Dia juga terlibat dalam penggarapan kembali sampul komik-komik terbitan E.C miliknya. Sebulan sebelum kematiannya, sebuah biografi tentangnya ditulis oleh Grant Geissman dengan judul Feldstein: The MAD Life and Fantastic Art of Al Feldstein.

Editor Jurnal komik Online. Penulis buku Meledek Pesona Metropolitan (2013). Menghidupi hasrat sebagai kurator komik dan penulis musik (metal). Sisi samping: seni, organizer dan bahan bacaan.