Electricomics: Aplikasi Komik Digital Garapan Alan Moore

Electricomics: Aplikasi Komik Digital Garapan Alan Moore

Oleh -
0 33
Alan-Moore-Electricomics

Alan Moore akan bekerjasama dengan tim kreator dan badan pendanaan guna memproduksi sebuah aplikasi komik digital yang disebut Electricomics. Sebagai awalan, aplikasi ini nantinya akan menyajikan empat judul komik dan mungkin sebuah open-access platform yang akan membantu komikus mengembangkan komik digitalnya sendiri.

Selain menyertakan Alan Moore, proyek aplikasi komik digital tersebut juga menyertakan Leah Moore yang sudah memiliki pengalaman di bidang produksi komik digital, serta perusahaan bernama Orphans of the Storm (yang dimiliki oleh Mitch Jenkins dan Alan Moore). Selain ketiga individu tersebut, Ocasta Studios juga terlibat sebagai pengembang aplikasi.

Menurut laman BleedingCool, pengembangan aplikasi tersebut juga didukung oleh Arts and Media Research Council Inggris, dan karenanya pula proyek Eletricomics akan menyertakan sebuah tim peneliti senior, termasuk Dr. Allison Gazzard (pengajar Media Arts dari London Knowledge Lab, Institute of Education) dan Daniel Merlin Goodbray (pengajar senior di University of Hertfordshire yang memiliki keahlian di bidang eksperimen komik digital). Melihat formasi yang muncul untuk penggarapan Electricomics, boleh dibilang proyek tersebut melibatkan banyak orang dengan berbagai macam keahlian: ahli media, komikus berpengalaman, dan pendidikan. Sangat ambisius!

“Moore sekali lagi melebarkan batasan dengan Electricomics – sebuah aplikasi yang mewadahi platform buku komik dan juga perangkat open source yang mudah digunakan. Dengan sifatnya yang gratis dan open source, aplikasi tersebut memiliki potensi tidak hanya untuk para profesional di bidang industri, tetapi juga untuk pebisnis, organisasi-organisasi seni dan tentu saja para penggemar komik dan komikus di mana saja,” demikian pengumuman yang dirilis oleh proyek tersebut. 

“Dibanding hanya mentransfer narasi komik dari halaman ke atas layar, kami bermaksud untuk membuat cerita yang dirancang untuk menguji keterbatasan storytelling teknologi ini. Sampai di sini, kami membentuk tim kreator paling canggih di industri ini dan kemudian membiarkan mereka untuk memasukkan proses teknis untuk menciptakan sebuah kapasitas baru untuk bercerita.

Ini (aplikasi Electricomics -ed) akan tersedia gratis untuk semua talenta yang ada di luar sana, yang sedang menunggu akses ke perangkat teknis yang akan membantu mereka menciptakan komik,” kata Alan Moore melanjutkan.

Perangkat Electricomics mula-mula akan diperiksa oleh para kreatornya dengan cara memasukkan publikasi sebanyak empat judul komik ke dalamnya. Total akan ada tiga puluh dua halaman di aplikasi tersebut. Adapaun komik yang dimaksud meliputi Big Nemo, Cabaret Amygdala (Peter Hogan), Red Horse (Garth Ennis & Peter Snejbjerg), dan Sway (Leah Moore dan John Reppipon).

Keseluruhan proyek Electricomics memiliki sifat eksperimental, dan tujuan para kreatornya adalah untuk memperluas kemungkinan medium komik tanpa harus dibatasi oleh kendala industri (komik cetak – ed). Moore sendiri tampak antusias dengan Electricomics yang menurutnya bakal menyajikan teknik dan metode baru untuk storytelling komik digital, katanya: “secara pribadi, saya tidak sabar menunggu. Kami berharap Electricomics bisa memberi kemungkinan bagi komik strip untuk muncul di medium baru ini.”

Apa bedanya antara Electricomics dengan platform digital seperti jejaring sosial (Facebook, Twitter, dan lain-lain) serta alat digital (Wacom, dan yang sejenis), yang juga telah dimanfaatkan beberapa komikus sejak lama untuk mempromosikan karya mereka tanpa dibatasi oleh pola-pola standar industri komik? Sayang sekali, tanggal perilisan aplikasi tersebut belum diumumkan. Kendati demikian, mungkin kita patut menunggu akan jadi seperti apa perangkat tersebut, guna menjawab seperti apa fitur-fitur yang ditawarkannya. Antisipasi bisa dimulai sekarang.