Shinsuke Sato akan Menyutradarai Film Adaptasi dari Manga I am Hero

Shinsuke Sato akan Menyutradarai Film Adaptasi dari Manga I am Hero

Oleh -
0 34
manga-I-am-Hero

Salah satu seri manga bertema Zombie, I am Hero, akan difilmkan dengan Shinsuke Sato, yang sebelumnya menggarap film adaptasi dari Gantz, duduk di kursi sutradara. Kabarnya Yo Oizumi akan terlibat dalam proyek film live-action tersebut.

Yo Oizumo akan bermain sebagai aktor utama yang memerankan karakter utama hideo Suzuki dalam manga I am Hero. Situs Anime News Network menyebut film live-action tersebut sebagai “A-grade survival panic horror movie”. Apakah filmnya akan sama menjijikannya dengan versi manganya, terutama dalam hal visualisasi kebuasan para Zombie?

Sederet aktor dan aktris lain juga akan terlibat dalam film tersebut, termasuk Kasumi Arimura (Judge, Clover, Hagane no Onna, Amachan, dan When Marnie Was There) dan Masami Nagasawa (Kiyoku Yawaku, Detroit Metal City, From up On Poppy Hill, dan The Crossing).

Manga I am Hero dibuka dengan cerita Hideo yang sedang berjuang menekuni profesinya sebagai asisten komik, di mana pada saat yang sama dia juga mesti memelihara hubungan baik dengan pacarnya. Semuanya terlihat normal dan baik-baik saja sampai suatu malam semua orang berubah menjadi zombie (‘ZQN”) pada suatu malam. Setelah diserang oleh pacarnya, Tekko – yang terinfeksi virus ZQN, Hideo melarikan diri dari Tokyo dengan membawa shotgun yang dia miliki. Dia kemudian melakukan perjalanan bersama Hiromi, seorang gadis SMA yang ditemuinya secara tidak sengaja. Cerita makin pelik ketika belakangan Hiromi juga terinfeksi virus “ZQN” akibat gigitan bayi tidak bergigi; meski nyatanya dia tidak sepenuhnya berubah menjadi Zombie.

Manga I am Hero menawarkan visualisasi zombie dengan cara agak berbeda. Ini bisa kita lihat, misalnya, pada sisi di mana Zombie-zombie yang berkeliaran di seantero Jepang masih memiliki sedikit kesadaran. Mereka bisa berbicara walau hanya sepatah dua patah kata yang keluar, maupun melakukan rutinitas yang sering dilakukan ketika mereka masih hidup (tentu saja dengan banyak modifikasi perilaku di sana-sini). Di banyak kesempatan pembaca juga akan dengan mudah menemukan banyak adegan menjijikkan, meski terkadang ada juga sisi humorisnya terutama ketika menikmati bagian di mana seisi kota di Jepang modern panik akibat serangan virus yang belum diketahui sebabnya.

Kengo Hanazama, kreator I am Hero, merilis komik tersebut lewat majalah Big Comic Spirits (terbitan Shogakukan) pertama kalinya pada tahun 2009. Versi bukunya terjual sebanyak empat juta kopi. I am Hero memenangkan penghargaan 58th Shogakukan Manga Awards tahun lalu.

Untuk versi filmnya, Akira Nogi bertanggung jawab sebagai penulis naskah, sementara Makoto Kamiya akan mengelola efek spesial pada film tersebut. Rencananya film adaptasi dari manga populer itu akan ditayangkan di seluruh wilayah Jepang pada tahun depan.