Kharisma Jati

Kharisma Jati

Oleh -
0 2302
ASU

Dilahirkan di Yogyakarta, 4 November 1986, Kharisma Jati merupakan satu dari sekian banyak komikus yang belajar berkomik secara otodidak. Ia berkomik sejak usia Sekolah Dasar, di mana usia itu merupakan momen pertama kalinya ia berkomik dengan cara meniru komik yang sedang ia nikmati. Jadi ketika ia mulai berkarya pada usia dini, ia semata melakukannya berdasarkan insting kesenangan. Insting kesenangannya itu diarahkan ke sebentuk kekaguman sekaligus peniruan terhadap karya Akira Toriyama yang berjudul Dragon Ball.  

Kesenangannya terhadap komik mulai bertambah ketika ia, pada awalnya, kerap mengalihkan bahasa visual film ke dalam komik, salah satu yang pernah ia garap adalah komikalisasi salah satu film Steven Spielberg. Kesempatan untuk berkomik secara intens mulai datang ketika pada usia SMP Jati disodorkan tawaran oleh pamannya untuk menggarap cerita daerah Makassar.  Dari sanalah ia diberi petunjuk untuk mengatur halaman komik, cerita, dan plot.

Punya banyak komikus favorit, namun ia justru sangat mengagumi Hideaki Anno. Ia dulu bersemangat sekali untuk menerjemahkan bahasa visual anime ke dalam bentuk komik, khususnya Evangelion. Karena kegemarannya itu pula ia pernah menggarap animasi. Dia menganggap dirinya eksponen dari Manga karena dianggapnya sebagai perwakilan dunia “Timur”. Memiliki sedikit keluhan terhadap dunia komik Indonesia yang menurutnya masih sangat sedikit orang yang berkarya di dunia penciptaan komik. Jika anda rutin mengikuti komik-komik Jati, maka mungkin anda akan merasa gemas kepada karakter si Gigi Dua. Tokoh ini terkesan polos, bloon, cuek, kampungan, apa adanya.

Jati telah menerbitkan beberapa komik seperti Die Jüden die (2005), Dead Terrorism (2006), Komik Interruptus (2007), Trio Ngising & Monster Tai (2007); juga beberapa judul komik digital seperti God You Must be Jocking (2011). Ia juga terlibat dalam kompilasi Cergam Kampungan #3: Enak Bangets lewat komiknya yang berjudul Radical Comic Vol. 4.5: Drunk in Public (2009). Namun barangkali yang paling populer adalah seri Anak Kos Dodol Dikomikkin. Komiknya yang paling terbaru adalah 17+. Ia kini tinggal di sebuah dusun bernama Gonjen di bilangan Madukismo, Yogyakarta. Jati menampung segala macam ihwal tentang proses kreatifnya di halaman WordPressnya.

 

GYMBJK Jati

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287