Bagaimana Perang Dunia I direfleksikan Melalui Komik

Bagaimana Perang Dunia I direfleksikan Melalui Komik

Oleh -
0 295
Great-War-in-Comics

The Lakes International Comic Festival bersama dengan Abbot Hall Art Gallery akan menyelenggarakan pameran komik bertajuk ‘Great War in Comics’ yang akan berlangsung mulai 28 September – 6 Desember mendatang. 

Pameran tersebut akan mengikutsertakan tiga seniman (komik) internasional yang menumpahkan refleksi mereka atas Perang Dunia I melalui bentuk komik. Ketiga seniman yang dimaksud adalah Ivan Petrus, Charlie Adrlard dan Joe Colquhoun. Pameran ‘Great War in Comics’ sendiri akan diadakan di Abbot Hall Gallery. Menurut laman ComicArtFestival, ketiga seniman tersebut akan menyajikan realitas Perang Dunia Pertama dengan menggunakan perspektif alternatif. Kita sebut saja pameran ini sebagai ajang di mana komik perang dunia pertama dinarasikan lewat medium seni sekuensial.

Komik pertama dari rangkaian komik yang akan dipamerkan, Charley’s War, merupakan karya yang digarap oleh Joe Colquhoun (dan ditulis oleh Pat Mills). Karya ini dideskripsikan sebagai ‘komik strip terbaik yang pernah diciptakan’. Charley’s War dimuat secara berkala di Battle Picture Weekly mulai dari bulan Januari 1979 sampai Oktober 1985. Strip tersebut memberi sentakan dengan cara mengilustrasikan gambaran jujur mengenai kengerian perang. Colquhon disebut-sebut sebagai seniman yang menggunakan banyak tinta untuk menebalkan suasana dan kerap menggambar latar yang terlihat kacau (pilihan ini tampaknya memang lebih sesuai untuk tipe seperti komik perang). Pendek kata, Charlie’s War digambarkan sebagai komik strip yang penuh dengan atmosfir suram. Wajah karakter dalam strip tersebut juga digambarkan dengan cara yang sangat mencolok guna melengkapi suasana yang ingin dibangun oleh Colquhoun.

Ekstrak Charlie's-WarJoe Colquhoun
Karya Charlie Adlard yang akan dipamerkan adalah White Death, sebuah komik yang latar belakang ‘the Alpine Trench War’ yang berlangsung antara 1914-1918. Adlard lebih dikenal sebagai seniman yang menggarap seri The Walking Dead; sekarang ia berkolaborasi dengan penulis Robbie Morrison guna menyajikan sebuah cerita konflik yang secara simultan melibatkan negara dan pribadi. Menurut kabar, karya tersebut digambar menggunakan “charcoal and chalk on grey paper”, dan menyajikan sebuah komik yang penuh dengan horor, ketakutan serta kesedihan peperangan.

White-DeathCharlie Adlard & Robbie Morrison
Sampai di sini kita tampaknya menemukan satu benang merah antara ketiga karya seniman yang ikut dalam pameran tersebut: karya-karya mereka menyajikan atmosfer khusus yang dibangun untuk merefleksikan kengerian perang. Hal serupa juga bisa ditemukan pada karya Ivan Petrus yang berjudul Ghosts of Passchendaele, sebuah “novel grafis” yang diterbitkan tahun ini. Ini merupakan bagian dari trilogi karya Ivan Petrus yang menyajikan cerita berdasarkan kisah nyata yang melibatkan para prajurit Inggris dan Jerman pada Perang Dunia I.

ghosts-of-passchendaeleIvan Petrus
Kurator Lakeland Arts Beth Hughes memberi pernyataan untuk pameran ‘Great War in Comics’: “seni komik memberi banyak peluang untuk memahami situasi dari perspektif yang berbeda, sebab anda mampu menikmati adegan sembari membaca pikiran karakter yang digambarkan. Para seniman komik di pameran tersebut menawarkan pandangan mereka terhadap perang, yang tentu saja menantang dan sangat informatif, serta akan menangkap emosi dan imajinasi pembaca dengan baik. Saya senang bahwa kami dapat bermitra dengan Comic Art Festival guna membawa suatu bentuk seni yang menarik dan unik untuk galeri seni Abbot Hall.”

Tertarik untuk mengunjungi Abbot Hall Art Gallery di Kirkland, Kendal, Cumbria, Inggris, pada September mendatang?

Editor Jurnal komik Online. Penulis buku Meledek Pesona Metropolitan (2013). Menghidupi hasrat sebagai kurator komik dan penulis musik (metal). Sisi samping: seni, organizer dan bahan bacaan.