Arsip: Sepenggal Catatan Merah (Komik)

Arsip: Sepenggal Catatan Merah (Komik)

Oleh -
0 182
Aksen-Sepenggal-Catatan-Merah

Informasi Teknis

Nomor ArsipAS0002KmK
JudulSepenggal Catatan Merah
KomikusHendra Bhakti
Penerbit/Tahun TerbitGrafisosial-Gema INTI-Aikon / 2013
Jumlah Halaman102
Ulasann/a

Preview

Bila seseorang berminat membuat daftar komik Indonesia terbaik dalam rentang satu dekade belakangan, maka Sepenggal Catatan Merah bisa menjadi bahan rujukan yang pas untuk membantunya membuat daftar semacam itu.

Sepenggal Catatan Merah disebut oleh Terry Irawan (Kyoto Review) sebagai salah satu dari dua buku komik Indonesia yang memvisualisasikan episode terburuk dalam sejarah Orde Baru Indonesia. Satunya lagi adalah karya Evans Poton yang berjudul Djinah 1965, Years of Silence.

Berbicara tentang Sepenggal … , buku komik yang satu ini dibuka dengan prolog yang menarasikan sejarah singkat rezim Orde Baru pimpinan Soeharto. Setelah sejarah singkat, pembaca akan dibawa untuk menyelami bagaimana era reformasi dan gerakannya yang turut menumbangkan Soeharto, dimulai – yang bagi Hendra Bhakti (komikus Sepenggal….) dimulai ketika pada 27 Juli 1996 terjadi pembunuhan dan penyerangan terhadap pendukung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pro-Megawati.

Halaman-halaman selanjutnya pada komik Sepenggal … menampilkan rangkaian sekuensial-visual yang mengilustrasikan gerakan reformasi dan gejolak-gejolak yang terjadi selama 1998-1999. Buku komik tersebut merekam banyak hal, termasuk tragedi mei 1998, ketika empat mahasiswa Trisakti tewas tertembak timah panas aparat, kerusuhan, dan pemerkosaan terhadap perempuan etnis Tionghoa, terjadi menjelang dan sesudah Soeharto turun.

Total 102 halaman komik disajikan di atas kertas HVS 100 gram. Komikusnya memilih untuk membagi karyanya itu ke dalam 11 bagian, yakni “Pengantar”, “Prolog”, “Timah Panas untuk Mahasiswa”, “Pesta RAkyat”, “Gelap Metropolitan”, “Telepon Misterius”, “Memori”, “Penutup”, “Data dan Fakta”, “Gejolak 98-99 dalam Fotografi”, dan “Sumber Komik dan Data”.

Apa yang disodorkan komik Sepenggal Catatan Merah jadinya bukanlah sebuah fiksi, melainkan sebuah visualisasi, atau persisnya usaha untuk mengilustrasikan apa yang terjadi pada bulan Mei 1998, yang merupakan satu bulan yang dikenang sebagai era pembuka jalan ke reformasi. Rasanya tidak salah bila kami menyebutnya sebagai komik pendidikan (sejarah).

Buku komik Sepenggal … juga menampilkan sejumlah dokumentasi dalam bentuk foto, yang memberikan banyak informasi tentang bagaimana kondisi Jakarta pada bulan Mei 1998, ketika sekelompok besar mahasiswa menduduki gedung DPR menuntut Soeharto turun. Dengan cara itu, Sepenggal Catatan Merah menampilkan diri sebagai komik yang dokumentatif sifatnya.

Galeri

ARTIKEL SERUPA

Aksen-Reka-reka-Reklame

0 61