Reportase Pendek Untuk Kolak (Komik Talk)

Reportase Pendek Untuk Kolak (Komik Talk)

Oleh -
0 67
Aksen-komik-talk-STSRD-VISI

Pada 6-8 November 2014, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Collution dari STSRD (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain) VISI mengadakan acara bertajuk Kolak (Komik Talk) berupa pameran komik hasil karya anggota Collution di lobi kampus STSRD VISI dan bincang komik yang mengundang dua orang komikus, Kurnia Harta Winata (komikus KOEL) dan Sweta Kartika (komikus Grey & Jingga dan Nusantaranger).

Pada komik talk di tanggal 7 November. Kurnia memberikan kiat-kiat agar menjadikan komik lebih menarik dengan cara mengembangkan tokoh utama di dalamnya. Menurutnya, ada dua hal dari tokoh utama yang harus diolah lebih dalam, yaitu bentuk dan sifat karakter. Tokoh utama dengan bentuk atau sosok yang unik dapat menjadikan sebuah komik menarik perhatian pembaca saat melihat komik tersebut. Namun, tokoh utama tersebut juga harus didukung dengan sifat yang berkarakter agar pembaca tidak lantas bosan saat membaca dan menyukai komik tersebut.

Di komik talk hari berikutnya, Sweta menjelaskan bahwa dalam menciptakan komik, teknik menggambar bukanlah hal yang paling penting. Baginya storytelling jauh lebih penting dalam membuat komik yang bagus. Dia mencontohkan, bagi sebagian besar orang, gambar komikus dalam komik Crayon Shinchan yang penuh dengan komposisi tubuh para tokoh berantakan dan kepala karakter utama yang terlalu besar itu jelek. Namun, kita tidak bisa menjustifikasi bahwa itu bukan komik yang bagus. Karena pada kenyataannya, toh komik Crayon Shinchan adalah salah satu komik yang amat laris dan disukai banyak orang.

Alfan, penanggung jawab dari acara tersebut menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk membantu para komikus pemula di Yogyakarta agar lebih semangat dan dapat berkarya dengan lebih baik dengan belajar langsung dari ahlinya. Wah, seandainya makin banyak acara semacam ini dan targetnya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan pikiran Alfan, bukan tidak mungkin komik lokal kita akan semakin maju dan dapat menandingi serbuan komik-komik asing di kemudian hari.