Zaldy: Orang-Orang Tiongoa di Medan Komik Indonesia (Bagian 5)

Zaldy: Orang-Orang Tiongoa di Medan Komik Indonesia (Bagian 5)

Oleh -
0 302
Komik Tionghoa

Oleh: Iqra Reksamurty

Untuk komik bergenre roman, Jan Mintaraga adalah nama yang paling terkenal. Komik Jan memang menjadi ikon komik roman pada masa itu, bahkan dalam hal ilustrasi dan ide cerita. Lebih jauh lagi, gayanya banyak ditiru oleh komikus lain. Selain Jan, komikus Zaldy juga terkenal sebagai penggarap cerita roman.

Lahir di Jakarta 21 Januari 1942 – sebagai anak tertua dari empat bersaudara – Zaldy Armadeis adalah komikus yang terkenal dengan cerita romannya. Ia lahir di Jakarta dengan nama Zaldy Purwanta dari orang tua keturunan China.

Genre komik-komik Zaldy adalah roman remaja. Genre ini menitikberatkan ceritanya pada kisah romansa diantara dua insan laki-laki dan perempuan. Detil-detil yang ada dalam komik-komik Roman remaja mampu menjadi potret tentang keinginan untuk menjadi “Barat”.

Karakter Lelaki yang ganteng dan juga karakter perempuan yang cantik adalah sebuah kewajiban pada komik-komik roman. Pilihan nama-nama karakter dengan sangat gamblang memperlihatkan preferensi kebarat-baratan (Ella, Selvy, Charles, Erwin, Anita, dan Susan.) Hanya nama orang tua saja yang masih terasa unsur Indonesia-nya seperti pak Handoko dan ibu Rahmi. Karakter-karakter muda biasanya berpenampulan modis dan rapi seperti bintang iklan. Karakter ibu selalu digambarkan bersanggul dan memakai kebaya dan jarik khas Jawa.

Bentuk modernitas digambarkan dalam bentuk kota metropolitan yang modern. Bentuk-bentuk modernitas tersebut masih akan terlihat walaupun setting berganti ke wilayah pedesaan. Arsitektur dan juga desain interior menunjukan taraf kehidupan yang tinggi. Unsur agraria pada sebuah desa tidak pernah digambarkan. Desa ada hanya sebagai tempat di mana tokohnya memilki villa mewah. Bentuk rumah selalu ditampilkan dalam desain-desain bergaya modern.

Cerita-cerita Zaldy biasanya mengambil sudut pandang karakter wanita, di mana biasanya karakter wanita tersebut berasal dari ekonomi yang lebih rendah daripada tokoh prianya. Tokoh-tokoh pria terkadang masih kuliah pada sebuah universitas, menunjukan mereka memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari karakter wanitanya. Bilamana karakter pria tersebut kuliah di luar negeri dan terpaksa meninggalkan Indonesia, bisa dipastikan kontak komunikasi akan terputus untuk waktu yang cukup lama.

Mobil pribadi selalu menjadi alat transportasi utama, transportasi umum dan juga motor sangat jarang terlihat dalam karya-karya Zaldy. Untuk gambar-gambar mobil, komikus Zaldy agaknya hanya mengambil refrensi dari model-model mobil yang kelihatannya keren.  Rumah/villa mewah dan juga mobil pribadi menggambarkan taraf kehidupan yang tinggi. Kemampuan untuk bersekolah di luar negeri tidak hanya menunjukan status yang mentereng, tetapi juga harapan akan kepastian untuk tidak hidup susah. Hal tersebut biasanya dimiliki oleh pihak laki-laki

Marcel Bonneff menuliskan: Zaldy telah membuat sekitar 60 judul diantara tahun 1966 sampai tahun1971. Dari koleksi yang pernah saya baca, stempel polisi* bertanggal paling akhir dalam karya Zaldy adalah pada tahun 1981. Komik  Zaldy yang berjudul ‘Setitik Air Mata buat Peter ‘ juga diangkat ke layar lebar dengan judul Air Mata Kekasih. Ini merupakan film perdana PT Rapi Film  yang dibintangi oleh Suzana. Komik Zaldy yang diangkat ke layar lebar ini bercorak roman remaja yang bercerita tentang kisah asmara yang menjadi ciri khas komik  Zaldy. Salah satu yang menarik dari komik Zaldy ini adalah pengangkatan cerita tentang kegetiran-kegetiran hidup yang disebabkan oleh cinta dan tentu hal itu merupakan gambaran kehidupan yang nyata.

Catatan Editor:

*Pada tahun 1967, polisi melakukan sistem pengawasan terhadap terbitan komik, di mana naskah komik akan diperiksa oleh perwira ahli yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan izin percetakan. Izin biasanya diberikan dalam bentuk cap pengesahan yang diterakan pada salah satu gambar di dalam komik. Lebih lanjut baca: Marcel Bonneff, Komik Indonesia (KPG: April 2008).

Tulisan Terkait seri Orang-Orang Tionghoa di Medan Komik Indonesia

makin-malam-makin-kelamZaldy
Panel dalam komik ‘Makin Malam Makin Kelam’