Muhammad Fathanatul Haq

Muhammad Fathanatul Haq

Oleh -
0 205

Dilahirkan di Totitoli, 18 Januari 1989, Muhammad Fathanatul Haq, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Matto, merintis impian berkomiknya sejak kelas tiga SMP. Pada usia itu, ia mulai tahu apa itu komik, sebuah makhluk turunan peranakan, antara kata tertulis dan gambar, yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Ia merintis jalannya sebagai komikus lewat buku tulis yang ia coret-coret sesukanya.

Punya dua komikus favorit, namanya Adachi Mitsuru dan Urasawa Naoki. Matto terinspirasi dari keduanya, meskipun di awal jalannya sebagai komikus ia sempat memilih Nobihiro Watsuki sebagai komikus favoritnya. Mungkin yang menarik darinya adalah pengakuan jujurnya yang dengan gamblang mengaku bahwa jiwanya sebagai komikus terbentuk dari Manga karena sedari awal ia memang akrab dengannya. Ia berandai-andai, seandainya pasar komik Indonesia diisi komik terjemahan dari Amerika Serikat, dan bukan manga, ceritanya mungkin akan lain.

Senang membuat cerita tentang hidup sehari-hari. Belajar teknik komik langsung dari sumber komik yang ia baca, bukan dari sumber bacaan sebangsa How to Make Comic karena ia tak pernah membacanya sampai habis. Tetapi bukan berarti ia anti buku semacam itu, karena toh nyatanya ia melahap habis buku karangan Toni Masdiono: 14 jurus membuat komik. Keluhan utamanya adalah di Indonesia belum punya industri komik yang kuat, serta beberapa komik Indonesia yang menurutnya memiliki kelemahan dari segi naratif. Mungkin karena hal ini pula ia menganggap bahwa komikus perlu untuk bekerja sama dengan penulis cerita.

Ia kini tinggal di Yogyakarta, pernah melanjutkan studi di jurusan Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Yogyakarta. Sehari-harinya ia menghidupi Lesehan Studio, sebuah studio komik di daerah Nitikan, Yogyakarta yang didirikannya bersama Fajar Eka Setiawan dan Alfa. Pernah terlibat dalam antologi Koloni Jagoan (2011) lewat salah satu komiknya yang berjudul Emperor Crown. 1SR6 yang diterbitkan oleh Koloni (2010) cukup dicari banyak orang. Dan sampai sekarang, karyanya yang berjudul 5 Menit Sebelum Tayang (2011) bisa dinikmati di situs Makko.co.cc. Juga sebaiknya jangan dilupakan False (2012) yang tayang secara digital dan bisa dinikmati lewat Lesehanstudio.com, serta Onthelku bisa dinikmati di majalah WookWook edisi 02 Vol 1 2013 .

Karya Matto berjudul Sketches Book masuk adalam kompilasi Silent Manga Audition 2013. Selain pengahargaan tersebut, 5 Menit Sebelum Tayang yang digarapnya bersama Ockto Baringbing memenangkan penghargaan Silver dari International Manga Award 2013.

Onthelku
Hak Cipta Karya: Matto

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287