Ketika Pahlawan Super Menggunakan Pena dan Buku untuk Memerangi kekerasan

Ketika Pahlawan Super Menggunakan Pena dan Buku untuk Memerangi kekerasan

Oleh -
0 67
Shamseer

Konon katanya di acara televisi dan toko buku di Pakistan sarat dengan imaji pahlawan super yang hadir dalam bentuk komik.

Namun anda jangan membayangkan mereka lahir dalam tradisi pahlawan super a la Amerika yang kosmopolit. Pahlawan-pahlawan Pakistan itu lahir dari budaya lokal, dan dengan demikian membidik isu-isu lokal. Dengan amatan terhadap isu-isu lokal, komik diharapkan, tulis Republika online, mampu meredam kekerasan di Pakistan. Seperti kita tahu, eskalasi kekerasan memang sudah menjadi santapan sehari-hari di Pakistan.

Penerbit Udham Publications, misalnya, Akan meluncurkan komik berjudul Shamseer secara online. Dari laman Facebook Shamseer tertulis bahwa komik tersebut bercerita mengenai seorang bocah bernama Nabeel yang hidup di dunia di mana terjadi benturan kultural terjadi. Di dunia tersebut, mana yang benar dan mana yang salah menjadi tidak jelas. Semuanya campur aduk dan masing-masing memiliki kebenaran yang dianut dengan keras kepala. Dalam situasi semacam itu, Nabeel memutuskan untuk mencari takdirnya sendiri. Konon Nabeel akan diciptakan sebagai tokoh ikonik yang hidup di sebuah negara tanpa identitas.

Shamseer diciptakan oleh banyak kreator, salah satunya adalah Zakaullah Khan yang berkata  bahwa komik tersebut adalah cara dia untuk berbagi pengalaman. Udham Publications sendiri memang bermaksud menyajikan komik yang mengusung nilai-nilai keislaman Pakistan dengan format pop. Karenanya penting bagi mereka untuk membuat cerita komik yang merujuk kepada kondisi dalam Pakistan, cerita yang mengangkat nilai-nilai yang khas. Isu utama yang akan disorot berputar pada fenomena yang sering terjadi di negara-negara berkembang.

Lain Udham, lain pula Burka Avenger. Yang terakhir ini merupakan seri animasi yang bercerita tentang seorang guru perempuan yang menjadi pahlawan super di malam hari. Senjata utamanya tidaklah peralatan dengan teknologi mutakhir, melainkan benda-benda sederhana seperti buku dan pena. Laman resmi Burka Avenger menulis bahwa serial animasi tersebut bertujuan untuk menghibur, membuat orang tertawa, serta mengirimkan pesan yang positif kepada anak muda Pakistan. Pendidikan, perdamaian, dan keadilan adalah motto yang diusung oleh Burka Avenger. 

Sumber 1 | Sumber 2 | Sumber 3