Pengajian Komik Penutup Akhir Tahun Forum Komik Jogja

Pengajian Komik Penutup Akhir Tahun Forum Komik Jogja

Oleh -
0 98
Pengajian komik forum komik Jogja

Pada hari Sabtu, 26 Desember 2015 di kafe Wooky Cooky yang bertempat di Jalan Arumdalu Sleman, telah diadakan diskusi ringan oleh Forum Komik Jogja (FKJ). Acara ini digagas oleh tim administrator FKJ yang beranggotakan Aisah Puspa Lestari, Ahmad Nur Taufik, dan Aswin Ilyas. Acara diskusi ringan atau yang biasa disebut pengajian komik oleh orang-orang yang aktif dalam forum bebas ini memang telah menjadi acara rutin FKJ. Pada pengajian kali ini, FKJ mengundang dua orang komikus Jogja yang memiliki jam terbang cukup tinggi dalam industri komik internasional, yaitu Hendry Prasetya dan Heru Prasetyo Jalal.

Hendry Prasetya adalah komikus yang banyak terlibat proyek komik action dan superhero, di antaranya adalah Bima Satria Garuda, Green Lantern, dan proyek komiknya yang terbaru, Mighty Morphin Power Rangers yang pada tahun 2017 nanti akan diluncurkan film terbarunya oleh Lionsgate dan Saban Brands. Dalam diskusi, Hendry memaparkan bahwa dalam membawa diri pada industri komik internasional, kemampuan secara teknis memang penting. Namun, di atas segalanya, cara bersikap dan menjalin hubungan dengan klien, fans, dan orang-orang yang berhubungan dengan kita tidak boleh diabaikan. Bagi Hendry, seorang komikus yang profesional adalah komikus yang baik, jujur, mudah dihubungi, dan tidak terlalu pilih-pilih pekerjaan.

Tidak ketinggalan, Heru Prasetyo Jalal, ilustrator komik yang aktif membuat komik untuk pasar internasional seperti Knife In Texas, Twisted Dark, dan BBC Top Gear Qatar, menambahkan bahwa seorang komikus profesional, selain memiliki attitude yang baik, diharapkan juga memiliki sikap untuk banyak memberi dan bersyukur atas setiap pekerjaan yang dilakukan. Sikap banyak memberi yang dicontohkan Heru diantaranya adalah tidak pelit dalam berbagi pekerjaan kepada rekan sesama komikus, terutama komikus pendatang baru yang memiliki kemampuan dan sikap yang baik untuk turut berlaga pada industri komik internasional, namun belum memiliki peluang yang memadai. Selain itu, Heru, yang kini juga aktif dalam membuat komik bernuansa dakwah, juga mengingatkan agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Salah satu bentuk syukur yang dicontohkan Heru adalah sikap untuk tidak segan-segan menolak pekerjaan yang mengharuskannya melanggar norma agama, sekalipun pekerjaan yang ditawarkan memiliki fee dengan nominal yang luar biasa.

Acara diskusi ini disambut cukup meriah oleh komikus-komikus muda Jogja. Hal ini dibuktikan dengan cukup tingginya animo pengunjung yang datang meski kondisi jalan raya di Jogja sedang padat dan terjadi macet yang cukup parah di beberapa bagian kota Jogja karena sedang musim liburan akhir tahun. Harapannya, semoga acara yang diselenggarakan oleh Forum Komik Jogja ini dapat memompa semangat komikus muda dalam berkarya dan turut meramaikan industri komik nasional yang, meminjam istilah Beng Rahadian, sedang indah-indahnya ini.