Annual Achievement Awards Ngomik.com

Annual Achievement Awards Ngomik.com

Oleh -
0 73
Ngomik Awards

Tanggal 9 Januari lalu situs komik online, ngomik.com merilis daftar anugerah Annual Achievement Awards bagi komikus yang tergabung dan berkarya di sana.

Laporan yang dirilis oleh Ngomik menulis bahwa penghargaan itu diberikan atas dasar penghormatan kepada anggota situs (baca: komikus), juga sebagai satu cara untuk mengucapkan terima kasih kepada komikus atas kontribusinya dalam perjalanan situs Ngomik selama tahun 2012.

Katanya juga, Annual Achievement Awards dimaksudkan sebagai rasa terima kasih kepada para komikus Indonesia yang turut mengangkat komik lokal Indonesia. Berikut kategori penghargaan yang digunakan dan juga para pemenang:

1.  Penghargaan Comic Artist of the year: Fauzy_zulfikar

2. Penghargaan Illustrator of the year: Dream.of_Abell

3. Penghargaan Story Writer of the year: Ichsan_leonhart

4. Penghargaan Character of the year: Si Juki

5. Penghargaan Top Seller: Fauzy_zulfikar

6. Penghargaan Top Buyer: JingFlick

7. Penghargaan Top Referrer: Yuya_Indou

Mungkin anda penasaran apa kriteria bagi pemberian penghargaan-penghargaan tersebut? Kami juga penasaran, tapi tidak bisa mendapatkan jawaban utuh yang bisa memuaskan rasa penasaran. Meski begitu, ada sepotong informasi yang kami peroleh melalui Dream.of_Abell, salah satu komikus yang memenangkan penghargaan Illustrator of the Year. Informasi itu didapatkan setelah editor kami, Mohammad Hadid, menanyakan kepadanya perihal kriteria penilaian untuk semua kategori yang sudah disebutkan di atas, jawaban yang diperoleh seperti ini:

“Kriterianya dilihat dari kualitas hasil karya, respon pembaca, dan konsistensi upload karya di ngomik.com. Kalau buat karakter, selain eksis di ngomik.com, kita juga lihat eksistensinya di dunia luar (fb, twitter, website, dll) Untuk tahun ini mungkin masih banyak kekurangan, soalnya baru pertama kali diadain, jadi kalau ada masukan/tanggapan monggo diutarakan.”

Yang perlu diperhatikan adalah, informasi tersebut berasal dari tangan kedua. Dream.of_Abell hanya berperan sebagai pengirim pesan pertanyaan yang diajukan editor kami. Dia kemudian melanjutkan pertanyaan tersebut ke salah seorang petinggi Ngomik. Tidak cukup? Memang. Karena sepotong informasi semacam itu tentu tidak cukup untuk menjawab rasa penasaran, terutama di bagian-bagian yang belum terjawab, seperti pertanyaan satu ini: “apa kriteria “kualitas” yang dipakai untuk menilai”.

Benar pertanyaan belum terjawab, tetapi bila kita sedikit memeriksa dan menduga-duga kenapa komikus “A” diberi penghargaan, maka jawaban yang sedikit terang bisa didapatkan. Lihatlah misalnya pada kriteria “konsistensi” yang dipakai Ngomik.com. Melihat kriteria ini, maka orang bisa menduga bahwa fauzy_zulvikar  memenangkan penghargaan komik comic artist of the year karena ia merupakan salah satu komikus yang konsisten. Setidaknya  sampai tulisan ini dirilis ia telah menghasilkan 17 komik dan 196 artwork yang semuanya dipampang di situs Ngomik.com; sebuah pencapaian kuantitas yang cukup banyak. Mungkin alasan konsistensi inilah yang membuat ia memenangkan penghargaan. Lebih jauh lagi, jika kriteria yang sama masih dipakai sebagai justifikasi bahwa Ichsan_Leonhart pantas memenangkan penghargaan Story writer of the year, maka orang bisa melihat bahwa menghasilkan 47 cerita. Lagi-lagi, si Ichsan ini kami nilai cukup produktif.

Lain soal kalau “eksistensi” karakter komik dipakai sebagai bahan penilaian. Di sini kami menangkap kata “eksistensi” yang diandaikan berada dalam derajat makna yang sama dengan “populer”. Dengan demikian, kepopuleran karakter Si Juki mungkin tidak bisa diperdebatkan lagi. Lihatlah bagaimana Si Juki memperoleh banyakfollower di Twitter (6800 pengguna Twitter mengikuti akun Si Juki), angka popularitas itu belum menghitung 25,683 orang yang menyukai karakter Si Juki di Facebook, juga 5,643 orang yang membicarakan Si Juki di tempat yang sama. Si Juki menang karena populer, pembaca!

Kami berharap Ngomik mengadakan lagi acara penghargaan seperti ini di masa mendatang. Namun kami juga berharap Ngomik supaya berani membeberkan kriteria penilaian mereka ke publik, sebagai bentuk pertanggungjawaban yang profesional. Pada hemat kami, pertanggungjawaban semacam itu penting sebagai kriteria yang bisa didiskusikan, di mana harapannya lalu lintas ide atau konsep soal komik dan karya yang “berkualitas” diharapkan akan berjalan dari kedua belah pihak, pihak pemberi penghargaan, pembaca, atau siapapun yang merasa berkompetensi untuk menjadi “kritikus” komik. (ed)