Perempuan di Atas Pohon Review

Perempuan di Atas Pohon Review

Oleh -
0 91
Azisa Noor
Cortessy: indonesiakreatif.net

Oleh: Imam Subekti

“Perempuan diatas pohon”, adalah salah satu komik karya Azisa Noor yang tergabung dalam kompilasi cerita syereem (cergam “Kampungan”) yang diterbitkan oleh Gajah Jambon tahun 2010. Komik bertema supranatural ini mengangkat cerita tentang seorang “perempuan diatas pohon”, yang saya interpretasikan sebagai tokoh urban legend lokal Indonesia, Kuntilanak. Azisa Noor selama yang saya tau memang mempunyai ciri khas unik dalam gaya penceritaan dan gaya gambarnya, seperti dalam karyanya yang lain seperti, “MANTRA” (Makko, 2011-2012), dan “Satu atap” (koloni MnC, 2009). “Perempuan diatas pohon”, juga mencirikan sekali kesan karya Azisa Noor yang terlihat dari gaya gambar semi lukisan dengan penceritaan dan bahasa yang puitis & melankolis.

Penggunaan panel dalam komik ini terkesan acak, namun mengalir mengikuti gaya penyampaian ceritanya yang dalam dan kompleks. Akan tetapi, jika dilihat dari sudut pandang komik secara baku, menurut saya cerita ini lebih tepat disebut sebagai visual novel, selain dari penggunaan panel yang tidak lazim juga terlihat dari minimnya dialog yang terjadi antar tokoh, dan penggunaan narasi yang terlalu banyak dalam penyampaian ceritanya.

Tema supranatural yang diangkat sebenarnya juga tidak mendominasi sepenuhnya dalam komik ini, pengembangan cerita dan tokoh belakangan malah membuat saya berpikir cerita komik ini lebih kepada pencarian makna diri bagi siapa saja yang membacanya, sebagai manusia.

Seperti terlihat dari tokoh kuntilanak yang tidak mengetahui apa-apa tentang dirinya, lalu menjadi sasaran manusia untuk melampiaskan ketakutan dan keganasan mereka sendiri. Yang pada akhirnya, sang tokoh tetap tidak mengetahui kebenaran dibalik eksistensi dirinya di dunia, dan manusia tetaplah sebagai makhluk sombong yang mengkambinghitamkan sekeliling mereka untuk memuaskan hasrat dan ketakutannya.

Komik ini memang bukan untuk bacaan semua orang, dilihat dari ceritanya yang kompleks dan dalam. Namun terlepas dari “keunikannya”, komik ini sangat layak untuk dibaca sebagai pengisi waktu santai dan menjadi bahan perenungan yang bagus bagi siapa saja yang ingin memikirkan kembali arti hidup mereka. Penggunaan tata bahasa dan gambarnya sesuai dengan cerita yang ingin ditonjolkan, serta twist ending yang disajikan cukup membuat penasaran namun juga menjawab sebagian besar cerita awalnya.

a 'Yes' man