RA Kosasih

RA Kosasih

Oleh -
0 248
mahabarata cover

RA Kosasih sering disebut sebagai bapak komik modern Indonesia. Ia lahir di Sukabumi, 4 April  1919 (ada juga yang bilang bahwa tahun kelahirannya adalah 1918). Sampai akhir hayatnya, 24 Juli 2012, ia dikenal sebagai salah satu komikus senior Indonesia yang paling banyak berkarya. Konon ia telah menciptakan komik sebanyak 100 judul. Setelah lulus dari Inlands School pada 1932, RA Kosasih melanjutkan ke Hollandsc Inlands School (HIS), dari sinilah ia mulai tertarik untuk belajar menggambar secara formal, meski sebetulnya ketertarikan pribadinya kepada komik dimulai ketika ia menikmati potongan-potongan koran yang berisi komik Tarzan yang dijadikan bungkus bahan belanjaan ibunya.

Wayang boleh dibilang merupakan sebuah ranah kesenian tradisional yang sangat digemari oleh RA Kosasih, karenanya tidak heran bahwa citra-citra visual dari beberapa lakon wayang merupakan petanda lain yang melekat pada karya-karyanya, juga di kedalaman dirinya sebagai bapak komik modern Indonesia. Suatu ketika, Ia pernah mengalih-visualkan citraan dan imaji tokoh pahlawan super Wonder Woman ke dalam bentuk yang lebih lokal, lewat komiknya yang berjudul Sri Asih.

Kegemarannya terhadap wayang membuat tokoh pahlawan super dalam Sri Asih dicitrakan memakai kostum wayang dengan kebaya dan kemben, dilengkapi aksesori manik dan giwang di dahi. Ia juga menerbitkan komik seri lainnya berjudul Sri Gahara dan Sri DewiMundinglaya Dikusuma, Ganesha Bangun, Burisrawa Gandrung, dan Burisrawa Merindukan Bulan merupakan karya-karya lainnya, selain komik pahlawan perempuan berjudul Cempaka yang agaknya tidak terlalu terkenal dibandingkan dengan komik-komik wayangnya. Tetapi agaknya yang paling terkenal dari kumpulan karya Kosasih adalah seri Ramayana dan Mahabharata.

Majalah Tempo edisi 5 Agustus 2012 menulis sosok RA Kosasih yang disebutnya sebagai seniman santun. Masih menurut Tempo, ia jarang menuntut dan mempertanyakan hak ciptanya, dan ia juga tidak banyak bicara mengenai karyanya, apalagi dirinya. Ketika masih hidup ia bekerja di rumah. Di atas sebauh meja sederhana ia menggambar panil demi panil. Mengambil istirahat siang dengan memakan menu yang telah disiapkan di kamarnya. Sesudah beristirahat ia kembali meneruskan pekerjaan menggambar komik sampai sore. Menurut cerita dari Beng Rahadian, RA Kosasih tidak sedikitpun mau diganggu – bahkan oleh keluarganya sendiri – ketika ia sedang menggambar.

*Sumber profil ini diambil dan dikembangkan dari Ensikopledia Tokoh Indonesia.

karya RA Kosasih
Hak Cipta Karya: RA Kosasih
a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287