San Wilantara

San Wilantara

Oleh -
0 287

Harian Pikiran Rakyat tertanggal 15 April 2012 menulis profil pendek San Wilantara yang disebut-sebut sebagai komikus lawas yang masih jagjag waringkas (artinya kurang lebih: sangat sehat). Ia disebut-sebut sebagai komikus yang fokus pada genre silat. Kalau anda menemukan komik-komik silat yang terbit pada periode 60-an sampai 80-an dan menemukan nama pendek San, maka bisa dipastikan bahwa yang dimaksud adalah San Wilantara (entah jika ada komikus lain dengan nama pendek yang serupa. San mulai berkarya visual dalam bentuk komik sejak ia masih duduk di STM.

Meski sudah cukup lama berkarir di dunia komik, namun karya pertamanya baru diterbitkan pada tahun 1968. Nama RA Kosasih disebut-sebut sebagai seorang yang memberinya inspirasi. Maksudnya, ia memutuskan untuk terjun di dunia komik karena sering menikmati karya-karya RA Kosasih. Dalam perjalanan karirnya, San Wilantara mula-mula menilis komik dongeng yang ditujukan untuk anak-anak. Ia sendiri, sebagaimana beberapa komikus Indonesia lainnya, belajar menggambar secara otodidak. Komik pertamanya diterbitkan oleh penerbit Toko Bandung.

Sayang sekali harian Pikiran Rakyat tidak menyebut judul komik pertama San yang diterbitkan secara massal. Artikel tersebut hanya menyebutkan bahwa ketika itu ia menerima honor yang cukup besar, yakni lima belas ribu rupiah. Selain komik dongeng, San juga menggarap segmen genre lain, yakni misteri dan silat. Harian yang sama mencatat 35 judul komik karya San Wilantara yang telah diterbitkan hingga tahun 1985. Satu judul komik saja rata-rata sepanjang 24 episode, jauh lebih banyak dibandingkan dengan kebanyakan komik Indonesia yang terbit di era milenium ini. Dengan produktifitas yang sangat kencang, wajar bila penghasilan San ketika itu terbilang tinggi, dan yang lebih penting lagi, honor untuknya dibayar langsung ketika komik selesai (bukan seperti sekarang, terbit dulu baru dibayar). Ambil contoh misalnya pada tahun 1976 di mana ia memperoleh penghasilan sebanyak tujuh ratus ribu rupiah untuk setiap episode komik yang digarapnya. Angka ini mungkin kecil untuk zaman sekarang, namun jelas sangat tinggi di zaman itu.

Dalam waktu sebulan ia bisa menyelesaikan enam sampai delapan episode komik.Namun era 1980-an yang juga dikenal sebagai periode gelap bagi industri komik Indonesia segera membuat nama San Wilantara dan komik silatnya tenggelam. Meski demikian, sama seperti komikus yang berkarya pada periode yang sama, ia tetap menulis meski pindah haluan industri: ke dunia penulisan naskah sinetron. Kisah-kisah TVRI lawas seperti Sarkawi, Si Itok Anak Kabayan, dan Ngalonyeng Jero Eunteung merupakan sebagian sinetron yang lahir dari naskah garapan San. Ia juga tampaknya pernah menggarap buku mitos dan legenda juga. Namanya, berserta Rio Purbaya, disebut-sebut dalam buku Oral Traditions of Southeast Asia and Oceania: a Bibliography sebagai aktor di balik buku Asal Muasal Kampung Marunda: legenda rakyat Betawi /Sutan Iwan Soekri Munaf yang diterbitkan Pionir Jaya pada tahun 1986. San sendiri seangkatan dengan komikus lain seperti Judah Nur, Abuy RAvana, Kus Bram, Har, Rim, Jan, dan U Sjah Budin.

San Wilantara juga adalah kreator maskot Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bandung pada tahun 2008. Ia – setidaknya menurut catatan Pikiran Rakyat  – masih tetap berkarya dalam bentuk komik. Ia telah menciptakan 10 episode komik kepahlawanan, namun sampai tahun 2012 mereka ini belum jua diterbitkan.

Beberapa karya San Wilantara yang pernah diterbitkan mencakup judul-judul sebagai berikut:

  • Raja Akhirat 1-2
  • Pengantin mayat 1-16
  • Kunci petaka
  • Jayeng wadag irung
  • Ermandra
  • Badik Maut
  • Arwah 1-16
  • Malaikat neraka 1-12
  • Makam bunga berhala
  • Undangan setan 1-16
  • Pangeran parang kuning 1-16
  • Misteri alam gaib
  • Teluh Calon Arang
  • Tujuh kali mati 1-12
  • Siluman buaya putih 1-15
  • Siluman sinting
  • Sarpa kenaka
  • Ratu siluman
  • Rahasia perawan kembar
  • Rahasia bukit kera 1-14

Catatan editor: tulisan disarikan dari sumber-sumber berikut

  1. San Wilantara
  2. San Wilantara, sisa komikus “Baheula”. Harian Pikiran Rakyat, 15 April 2012
  3. Oral Traditions of Southeast Asia and Oceania: a Bibliography
Malaikat Neraka
Hak Cipta Karya: San Wilantara
a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140
Midnight Bunny's Rie

0 89