Tagar Konten bertagar dengan "God You Must Be Joking"

God You Must Be Joking

Oleh -
0 1287

Bangsat! Kata itu sepertinya cocok untuk menggambarkan betapa brengseknya komik ini, God You Must Be Joking (selanjutnya disebut GYMBJ), sekaligus betapa berani komikusnya, Kharisma Jati. GYMBJ awalnya adalah komik strip yang terbit di facebook, entah sejak tahun berapa. Bulan Mei 2016 yang lalu, akhirnya kumpulan komik strip digital tersebut dicetak dalam bentuk buku komik oleh K. Jati Studio.

Sebagai materi yang direproduksi (saya kurang paham apakah seluruh materi pernah diedarkan via facebook atau ada yang sama sekali baru), jika anda memang belum pernah membacanya sebelumnya, bersiaplah untuk sebuah serangan jantung dan goyahnya iman. Berani jamin, komik ini akan susah dinikmati oleh pembaca yang mudah tersinggung, temperamental, atau mengidap tekanan darah tinggi. Di GYMBJ, Jati membawa komik strip ke dalam wacana wacana yang lebih serius dari sekedar lelucon menyedihkan khas komik digital di media sosial tentang jomblo, menikah, skripsi, dan hal hal tolol semacam itu. GYMBJ bertutur tentang agama, Tuhan, eksistensi manusia, seks, dan tak lupa juga tentang dunia komik dan kritik komik dalam lelucon lelucon yang kasar dan menohok ulu hati.

Isu yang dibahas dalam komik K. Jati ini boleh dibilang cukup berani ditengah suasana sosial politik sekarang ini, di mana razia dan amuk massa bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, apalagi kalau sudah menyinggung agama. Membahas dan mempertanyakan agama, apalagi mengejeknya, bisa jadi adalah hal yang paling berbahaya di negeri ini, selain tentu saja membahas komunisme. Beraninya lagi, Jati bahkan tak menggunakan nama pena atau alias dalam merilis komik komiknya. Sebagai salah satu penggemarnya, saya berdoa agar dia tidak ditimpa hal hal buruk gara gara komik komiknya (ingat kasus Aji Prasetyo dengan komik “Hidup Itu Indah”nya).

Sayangnya, dari sekian banyak komik strip dalam GYMBJ, tercatat hanya 6 komik saja yang diberi sub judul. Sisanya hanya bertuliskan God You Must Be Joking, dan alamat email komikus jika anda ingin melayangkan komplain, tanpa sub judul. Bahkan tak ada nomor halaman. Bayangkan kalau komik ini akan dibedah oleh Hikmat Darmawan atau M. Hadid (dua orang ini sering membahas komik dengan serius, baik dari segi estetika maupun tema temanya), tentu mereka akan kesulitan untuk membahas komiknya secara spesifik . Saya akan tuliskan ini sebagai salah satu kekurangan komik ini yang berhasil saya temukan.

Terakhir, mungkin dapat dikatakan bahwa Jati dan GYMBJ-nya adalah satu dari sedikit komikus yang masih dengan gagah mengangkat wacana yang tidak pop dan berbahaya dalam komik komiknya. Beginilah seharusnya komik bawah tanah dibuat, untuk menuliskan ide dan tema tema yang tak mungkin dapat ditemukan dalam komik komik di toko buku.

Esei

Terpopuler Dalam Seminggu