Wid NS

Wid NS

Oleh -
0 242
Wid NS

Wid NS, sebuah nama pendek seorang komikus yang bernama lengkap Widodo Noor Slamet – beberapa orang menyebut namanya dengan Wida Nara Soma. Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1938 dan meninggal dunia pada 23 Desember 2003, hari ketika karya ilustrasi dan buku-buku komiknya ditampilkan di Balai Roepa Tembi.  Semasa hidupnya, Wid NS dikenal dengan ikon pahlawan super bernama Godam yang menurut anaknya – Fajar Sungging Pramodito – mengambil inspirasi dari tokoh Thor, pahlawan super andalan Marvel, terutama pada hal desain kostum yang dikenalan Godam. Namun tentu saja ia bukan hanya bapaknya Godam, melainkan juga bapaknya Kapten Dahana dan Aquanus.

Menurut cerita ia adalah seorang penggemar serial Tarzan yang sempat terbit di surat kabar Keng Po dan majalah Weekly Star; juga seorang penggemar Phantom karya Wilson McCoy, serta Rip-Kirby karya Alex Raymond. Dengan kegemarannya pada komik-komik Amerika, mudah diduga bahwa ia tumbuh dalam pengaruh komik-komik Amerika. Akan tetapi kasusnya tidak sesederhana itu, sebab konon ia adalah juga penggemar Kapten Koet karya Kong Ong dan Sri Asih karya RA Kosasih. Ini adalah judul-judul komik yang kontennya digarap oleh komikus Indonesia dan terbit pada tahun 1950-an serta 1960-an. Anda bisa menemukan cerita lengkap mengenai Wid NS di sini.

Wid NS tidak menamatkan pendidikan sekolah menengah dan secara formal dia juga tidak pernah mendapatkan pendidikan seni, namun agaknya keputusannya untuk berkarir di dunia seni sekuensial sedikit banyak dipengaruhi bakat alamnya dalam menggambar. Menurut ensiklopedia komik yang tertulis di situs Lambiek, Wid NS memulai karir berkomiknya pada tahun 1968. Sumber yang sama menyebutkan bahwa komik pertama Wid NS dihargai sebesar 7.500 rupiah, sementara pada tahun 1970-an komiknya dihargai sebesar 50.000 rupiah. Konon katanya ia adalah komikus yang mencintai cerita sains-fiksi.

Selain tokoh pahlawan super bernama Godam, Wid NS juga dikenal sebagai ahli yang sanggup menciptakan komik dengan tema cerita yang jarang diproduksi. Salah satu yang mungkin juga banyak diingat adalah Merebut Kota Perjuangan, sebuah komik bertemakan nasionalisme yang mengambil setting dan momen aksi polisional kedua pada tahun 1948. Merebut Kota Perjuangan digarapnya bersama sejumlah nama seperti Marsodei, Djoni Andrean, Katamsi, dan Hasmi. Selain itu, Wid NS juga juga menciptakan komik dengan tema cerita silat. Menurut situs Lambiek.net, ia juga pernah menciptakan komik dengan tema moralitas berjudul Fadjar. Yang terakhir ini dicetak offset dan berwarna.

*tulisan profil ini disarikan dari berbagai sumber

Pembayun Wid NS
Hak Cipta Karya: Wid NS
a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287