Wookwook dan Gerak Transkultural

Wookwook dan Gerak Transkultural

Oleh -
0 105
majalah wookwook

Oleh: M Hadid

Apa itu impian? Apa itu takdir? Apakah kedua hal yang abstrak itu bisa terwujud secara konkrit melalui sebuah majalah komik bulanan?

Seringkali saya, ketika berbincang dengan komikus untuk keperluan pembuatan profil, menemukan banyak komikus yang masing-masing memiliki impian yang berbeda tentang bagaimana seharusnya mereka berkarya melalui imaji sekuensial. Nah, rupanya dua hal itulah – impian dan juga takdir – yang coba ditawarkan oleh majalah komik bulanan wookwook garapan Lesehan Studio. Mari kita lihat sejenak beberapa bocoran dalam bentuk audio-visual tentang apa yang akan ditawarkan oleh mereka kelak:

Video di atas berisi potongan-potongan adegan, semacam trailer bagi film-film blockbuster dalam wujudnya yang lain. Rasa saya terbawa ke wilayah imaji musik populer yang berasa Jepang. Musik dari Julia yang membawakan lagu ‘Destiny’ sebagai pengantar yang menemani potongan video pendek itu terasa sebagai musik dengan irama nada “pemberi semangat dan harapan”, satu yang biasa saya temukan ketika saya menikmati musik pembuka anime atau film-film serial tokosatsu. Musik secara dinamis menyokong pergerakan potongan-potongan adegan komik yang ditanam di dalam video itu.

Memang, karena menjadi semacam trailer, video itu diposisikan sebagai hidangan pembuka. Di dalamnya saya bisa menebak nebak tentang apa yang akan diberikan oleh majalah itu. Barangkali: suguhan fantasi, bercampur aroma komik laga, lalu diberi sedikit bumbu impian sang pesepakbola, dan diramaikan juga oleh kehadiran makhluk-makhluk aneh. Lalu sekilas saya melihat konvensi estetik ala komik-komik Jepang, Kyara. Konvensi ini bisa dipahami dengan cara yang sederhana: ini adalah soal kehadiran visual karakter yang mungil lagi manis, yang menopang ikatan emosional dan empati karakter. Konvensi ini pertama kali saya dengar dari kritikus Itō Gō. Mungkinkah ini berarti tanda lain dari apa yang disebut transcultural. Saya juga teringat kepada konsep Shonen Magz, misalnya, apakah wookwook juga menawarkan konsep serupa?

Harapannya, Akademi Sekuensial bisa hadir di acara peluncuran majalahnya, untuk mengorek-ngorek sejumlah informasi tentang apa sesungguhnya yang dihadirkan oleh wookwook, dan apa yang dimaui oleh Lesehan Studio, terutama visi mereka tentang komik Indonesia yang diwakili oleh majalah itu.

a 'Yes' man