Yudha Sandy

Yudha Sandy

Oleh -
0 143
Sandy

Ia bernama Yudha Sandy, salah seorang punggawa komunitas Mulyakarya, yang lahir di Yogyakarta, 1 Oktober 1982. Ia menyelesaikan pendidikan seni grafis di Institut Kesenian Indonesia, Yogyakarta, dan cukup aktif menerbitkan komik secara mandiri, mulai dari Kentang Sipit dan Horny Laundry (2006), Muntah Jerapah dan Ular Sanca Memanjat Kotak Kaca (2007); pernah juga terlibat dalam kompilasi Hantu-Hantu Kota (2008). Di tahun yang sama dengan terbitnya kompilasi itu, ia masih sempat membuat komik lain seperti  Sign, She was Regional Fengshui Model, dan 18-24. Komik-komik lain yang pernah diterbitkannya adalah Toko Serba Salah dan Non Auratik (2009), Victory Disease (2010), Young ‘n’ Alive dan Kring Eaaa (2011), serta Crash! dan 100 desain rumah bangkai satelit (2012). Komik terbarunya berjuduul Atom Jardin (2014).

Yudha mulai ngomik sejak usia SD, di mana ketika itu untuk pertama kalinya ia bersama teman-temannya dalam satu tim membuat komik yang digambar lewat buku tulis. Dalam tim itu, ia berperan sebagai tukang gambar sementara dua teman lainnya, Arif dan Irfan, berperan sebagai tukang cerita. Debut komiknya tersebut bertema petualangan, dan ternyata cukup disukai teman-temannya. Di usia itu pula ia mulai mengasah kemampuan berkomiknya. Cerita yang menarik, tentu saja, sebab sejak usia dini ia sudah mengenal kesadaran untuk membentuk tim ketika akan menciptakan komik.

Ada cerita menarik ketika ia mengambil mata kuliah pilihan komik di jurusan seni murni. Di kuliah itu ia dikenalkan bentuk formal komik meskipun baginya tidak terlalu menarik karena toh nyatanya ia sudah mulai berkomik sejak usia dini. Tema-tema yang senafas dengan “bagaimana membuat komik” – yang diajarkan di kuliah itu – akhirnya juga tidak terlalu menarik perhatiannya, sebab baginya membuat komik itu adalah sebentuk kebebasan.

Sebagian besar karyanya diterbitkan secara mandiri. Orang boleh menyebutnya sebagai komikus indie, atau bahkan underground. Baginya, penyebutan dua kata tersebut lebih mencerminkan semangat dan bukan bentuk karya. Seorang komikus sudah sah disebut indie jika ia yakin dengan komiknya dan apa yang ia ciptakan tidak main-main. Menurutnya, seorang komikus indie tidak butuh editor, Ia hanya butuh keyakinan dan semangat.

Dari ranah komik lokal, ia menyebut nama Hasmi dan Tatang S sebagai dua komikus favoritnya, sementara dari luar, ia menyebut nama Renè Goscinny. Tetapi sebetulnya ia pun bingung ketika ditanya siapa komikus favoritnya. Alih-alih menyebut nama komikus, ia malah cenderung menampakkan kekaguman pada seorang ilustrator luar negeri bernama Cherry Boil.

Dari karirnya sebagai komikus, ia juga pernah memamerkan karya-karya sekuensial lewat pameran bertajuk “Rumor of Tatang S”. Pameran itu merupakan interpretasi atas karya-karya komikus senior Indonesia, Tatang S, salah seorang komikus yang agak menjadi favoritnya. Ia kini tinggal di Yogyakarta. Rumah virtualnya berada di alamat yudhasandy.wordpress.com.

Crash
Hak cipta karya: Yudha Sandy
a 'Yes' man

ARTIKEL SERUPA

Kho-Wan-Gie

0 117
Excerpt from Happy Ending - Azisa Noor

0 151
Beng Rahadian

0 206
Iblis Mengamuk di Mataram

0 164
Tiga Manula ke Singapura

0 140

0 287